Pages

Subscribe:

Senin, 11 Maret 2013

Designer’s Diary (an Anthology)

Designer’s Diary (an Anthology)

Memasuki usianya yang ke-4 Maret ini, mulai tanggal 31 Maret 2011 DGI meluncurkan sebuah rubrik baru yang diberi nama “Designer’s Diary“. Rubrik ini berisi ‘catatan-catatan’ yang dilakukan oleh desainer Indonesia (termasuk artis, penulis/pengamat kesenian dan kebudayaan) yang sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat, di dalam atau di luar Indonesia, yang memiliki tendensi reflektif. Desainer Indonesia dan teman-teman kreatif lainnya diundang untuk berbagi pengalaman dengan mengisi rubrik ini, bentuknya bisa berupa teks, sketsa, foto, puisi bahkan bisa berupa proyek yang sedang dilakukan di tempat tersebut, pokoknya apa saja. Bahkan seandainya itu adalah perjalanan spiritual! Apa pun itu, tiap pengalaman refelektif anda pasti akan berubah menjadi pesan-pesan inspiratif bagi banyak pembacanya.
Mari kita ramaikan rubrik ini tapi sebelumnya harap menghubungi redaksi DGI di mail@DGI-Indonesia.com untuk berkoordinasi mengenai jadwal dan teknis penayangannya di situs DGI. Terima kasih dan selamat bertukar inspirasi!
Dan untuk pertama kalinya rubrik “Designer’s Diary” ini akan diisi oleh duo desainer grafis yang juga suami isteri Irwan Ahmett dan Tita Salina. Keduanya berangkat pada tanggal 31 Maret 2011 malam untuk memulai perjalanan global mereka –start menuju ke Dubai dan lanjut ke Amsterdam sebagai kota persinggahan pertama mereka– yang kisah-kisah menariknya bisa diikuti di DGI sejak hari ini dan seterusnya dengan nama “Global Nomaden“. Selamat jalan Iwang dan Tita. Tuhan beserta kalian selalu.
Silakan klik untuk mengikuti perjalanan reflektif Irwan Ahmett dan Tita Salina >> Global Nomaden
Irwan Ahmett dan Tita Salina. Photo by Lans Brahmantyo
Pada bulan Januari 2011, desainer grafis Arief ‘Ayip’ Budiman berkesempatan mengunjungi Hong Kong. Berikut adalah kisahnya >> Hong Kong Trip
Douglas Young, pendiri dan aktor intelektual Goods Of Desires (G.O.D.) dan Arief ‘Ayip’ Budiman
Pada tanggal 26 Februari 2011, desainer grafis Arief ‘Ayip’ Budiman melakukan kunjungan kultural ke Lasem di pesisir utara Jawa Tengah. Berikut adalah rekam jejaknya >> Perjalanan Lasem 1: Sehari Kenali Peranakan Lasem
Pintu Rumah Lasem
Dan masih pada hari yang sama, 26 Februari 2011, kunjungan desainer Arief ‘Ayip’ Budiman di lanjutkan ke rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe” >> Perjalanan Lasem 2: Semangat Wiji Soeharto untuk Lasem
Wiji Soeharto
2011. Penulis, peminat studi kesenian dan kebudayaan, Roy Thaniago dalam upacara perkawinan masyarakat Dayak Kanayatn >> Kawin Mawin Kita: Bandeng, Siraman, dan Doa
Upacara perkawinan masyarakat Dayak Kanayatn
2010. Setelah hampir dua tahun membina rumah tangga, akhirnya dua desainer grafis, Pritha Ayodya dan Nova Dhana Santosa berhasil meninggalkan pekerjaan rutinnya (tetapi yang juga dicintainya) di studio desain yang mereka kelola berdua, Artmedium @ Jakarta, dan melaksanakan keinginannya berjalan-jalan ke Eropa –sekalian berbulan madu. Di sini mereka berbagi pengalaman, dalam “Honeymoon Traveller – Section 1″, bagian pertama perjalanan mereka di Eropa (kali ini di Belanda). Semoga bermanfaat.
Suasana pembuatan iklan promosi I Amsterdam @ Damrak. Amsterdam 2010

Perjalanan dengan kapal selama berhari-hari akan dialami oleh keluarga Esjepe (Iwan, Indah dan Ikyu Esjepe) mengunjungi dua titik ujung terbarat dan tertimur Indonesia, Sabang dan Merauke.
Iwan dan Ikyu berangkat lebih dulu, 17 Juni 2011 menuju Belawan, Medan, sementara Indah menyusul dan bertemu keduanya di Banda Aceh pada tanggal 19. Dari Banda Aceh mereka ke pulau Weh sebelum kemudian tinggal selama beberapa hari di Sabang. Dari Sabang kembali ke Banda Aceh, kemudian ke Jakarta dan Surabaya, yang kemudian dilanjutkan ke Merauke dengan KM Kelimutu. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 12 hari, singgah di kota-kota seperti Benoa, Bima, Makasar, Bau-bau, Wanci, Ambon, Banda, Samlaki, Tual, Dobo, Timika, Agats sebelum akhirnya tiba di Merauke, di kaki Papua. Ketiganya akan tinggal di Merauke hingga 14 Juli dan kemudian kembali ke Jakarta dengan pesawat terbang.
Mulai hari ini, kita semua bisa mengikuti kisah unik dan seru perjalanan mereka ini pada artikel “Kunjung 2 Ujung”.
Selamat jalan Iwinik, dari ujung ke ujung. Semoga perjalanan lancar dan menyenangkan serta kembali ke rumah dengan selamat.
Iwan, Indah dan Ikyu Esjepe (Iwinik)

“Walau banyak promosi komersial lainnya, tapi bagian lorong satu ini tidak pernah dilupakan. Sungguh menarik, dan sungguh negara ini sangat menghargai sejarah bangsanya sendiri.”
Kisah perjalanan ke Eropa dari dua desainer grafis yang juga suami isteri, Pritha Ayodya dan Nova Dhana Santosa pada “Honeymoon Traveller – Section 1″, berlanjut dengan “Honeymoon Traveller – Section 2″ yang merupakan rangkuman perjalanan mereka selama berada di Inggris.
Selamat menikmati! » Honeymoon Traveller – Section 2
Sejarah Inggris digambarkan pada salah satu lorong di kota London
« Previous Page Next Page »

0 komentar:

Poskan Komentar